بِــــــسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــمِ
SELAMAT DATANG DI BLOG ZARMI PICANCANG - TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA ANDA

JANGAN LUPA

ISTIGHFAR DAN SALAWAT NABI SETIAP HARI

PILIH MENU

.

Radio Online Minang Cimbuak                Radio Online Minang Cimbuak

Rabu, 24 Desember 2014

JENIS JENIS KALIMAT




Apa itu Pengertian kalimat telah dibahas sebelumnya silakan dibuka (klik di sini)


1. Berdasarkan pengucapan : Kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.
2. Berdasarkan jumlah frasa (struktur gramatikal): Kalimat tunggal dan kalimat majemuk.
3. Berdasarkan isi atau fungsinya: Kalimat berita, tanya, perintah dan seruan.
4. Berdasarkan unsur :kalimat lengkap dan kalimat tak lengkap.
5. Berdasarkan susunan S-P: Kalimat versi dan kalimat inversi.
6. Berdasarkan bentuk gayanya (retorikanya): kalimat yang melepas, kalimat yang klimaks, dan kalimat   
    yang  berimbang.
7. Berdasarkan subjeknya: Kalimat aktif dan kalimat pasif.

Jenis-jenis kalimat yang dapat digolongkan ke dalam beberapa kelompok.

PENGERTIAN KALIMAT





Kalimat baik secara lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat.

  • Satuan bahasa berupa kata/rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang  lengkap.
  • Satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan

Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!) maupun tanda Tanya (?)..

1. Subjek
Subjek merupakan bagian kalimat yang menunjukkan  pelaku/masalah. Biasanya berupa kata benda/frasa (konkret/abstrak) yang merujuk kepada benda. Selain itu, subjek akan dapat menjawab suatu pertanyaan dengan menggunakan kata tanya : apa dan siapa.

Contoh:
Budi sedang bermain Batminton.
S
Siapa yang sedang bermain Batminton?  Budi.
Predikat merupakan bagian kalimat yang akan memberitahukan  tindakan/keadaan dari subjek yang biasanya berupa kata/frasa. Predikat dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan dengan kata tanya mengapa dan bagaimana.

Contoh:
Budi sedang bermain Batminton.
S                         P
Bagaimana Budi? Sedang bermain.
Objek merupakan bagian kalimat yang melengkapi predikat yang biasanya berjenis nomina, frasa, dan klausa. Objek dapat diubah menjadi subjek jika kalimat tersebut dipasifkan (dirubah dari aktif menjadi pasif).

Contoh:
Bola sedang dimainkan oleh Beckham.
S           P (pasif)                    O
Pelengkap juga bagian kalimat yang melengkapi predikat. Biasanya berjenis kata/frasa nominz, frasa adjektiva dan frasa preposisional.

Contoh:
Dia mengambilkan ayahnya air minum.
S              P                   O              Pel
Keterangan merupakan bagian kalimat yang akan menerangkan berbagai hal tentang konjungsi (kata hubung).

Contoh:
Ayah mengikuti seminar di Inggris.
S             P            O             K
1. Alat               :  dengan+gunting
2. Waktu           : di, ke, dari
3. Tujuan          : supaya, bagi, untuk, demi, …
4. Cara              : dengan hati-hati, dengan…
5. Penyertaan   : dengan ibu
6. Penyebab     : karena, oleh karena itu, sebab, oleh sebab itu
7. Saling           : satu sama lain…, saling…
.
Pola kalimat dasar dalam bahasa Indonesia dapat ditentukan sebagai berikut:
1. KB + KK  → Kata Benda + Kata Kerja
Contoh:  Romeo belajar.
2. KB + KS →  Kata Benda + Kata Sifat
Contoh:  Dokter itu ramah.
3. KB + KBil → Kata Benda + Kata Bilangan
Contoh: Harga sepatu itu delapan puluh lima ribu.
4. KB + (KD + KB) → Kata Benda + (Kata Depan + Kata Benda)
Contoh: Dia di kantor.
5. KB1 + KK + KB2 → Kata Benda1 + Kata Kerja + Kata Benda2
Contoh: Becks bermain bola.
6. KB1 + KK + KB2 +KB 3  → Kata Benda1 + Kata Kerja + Kata Benda2
Contoh: Paman mencarikan kakak pekerjaan.
7. KB1 +KB2 → Kata Benda1 + Kata Benda2
Contoh:  Rohan peneliti.
sumber dari Internet
http://zarmisukses.blogspot.com/2014/12/pengertian-kalimat.html

Minggu, 21 Desember 2014

CARA MEMBUAT GAMBAR BERJALAN PADA POWER POINT

Cara Membuat Gambar Berjalan di Power Point

Untuk postingan kali ini, saya akan membahas mengenai cara membuat gambar berjalan di PowerPoint. Kalau di komputer anda sudah terinstal Ms. Office, tentunya sudah tersedia juga Microsoft PowerPoint yang akan kita gunakan untuk membuat media belajar powerpoint. Ada banyak cara dan tips dari power point agar menjadi lebih menarik.
Salah satunya adalah dengan membuat animasi gambar berjalan, jadi disini kita bisa membuat gambar yang sudah kita sediakan seolah olah menjadi bergerak seperti dalam film animasi atau gerakan tokoh kartun yang bisa kita atur kecepatannya sedemikian rupa.
Baiklah, langsung saja kita mulai mulai membuat gambar berjalan di powerpoint:
  1. Buka Power Point dulu, masuklah ke slide yang akan kita masukkan gambar berjalan atau slide baru yang akan kita isi gambar berjalan.


  2. Masukkan gambar kemudian taruh gambar tersebut di luar area slide. Untuk memasukkan gambar, lihat gambar pada nomor 1.


  3. Berikan effect animasi dengan cara pilih tombol "animation" kemudian "costom animation".


  4. Berikan effect "Motion Paths" lalu pilih yang "reft" atau "right" sesuai dengan keinginan anda. Dalam contoh, saya memilih "left" karena gambarnya berada di kanan.


  5. Setelah muncul tanda "anak panah" dari animation, lalu tarik tanda panah tersebut dari luar slide sebelah kanan sampai keluar slide sebelah kiri. Usahakan gambar tetap berada di luar slide.


  6. Atur kecepatan atau "speed" sesuai keinginan anda. Biasanya akan lebih menarik kalau gambar bergerak pelan atau .gif. kalau sudah kemudian coba "play", dan atur sampai sesuai dengan keinginan.


  7. kalau sudah, maka kurang lebih hasilnya akan menjadi seperti ini. kalau gambar tidak muncul, coba instal flash player dulu.
  8. Demikian tips cara membuat gambar berjalan di powerpoint. Untuk melihat koleksi gambar berjalan yang saya punya, silahkan lihat di koleksi gambar bergerak animasi saya. Terimakasih, semoga bermanfaat. Silahkan menyimak membuatan powerpoint sebagai media belajar.
    kutipan nikyuero

CARA MENULIS MAKALAH

CARA MENULIS MAKALAH


Cara Membuat Makalah Yang Baik dan Benar. Makalah adalah sebuah karya akademis yang umumnya diterbitkan dalam suatu jurnal ilmiah dan membahas suatu pokok permasalahan tertentu. Membuat sebuah makalah merupakan sebuah tugas yang dirasa sangat menyusahkan terutama bagi mahasiswa/i perguruan tinggi. Mengapa demikian ? Karena penyusunan sebuah makalah yang baik dan benar seharusnya memang harus diteliti dilapangan secara langsung. Kesulitannya bukan hanya sampai disini, ketika hendak menyusunkan kedalam sebuah kertas kita juga harus memperhatikan kertas apa yang harus kita gunakan, ukuran font dan urutan atau struktur penulisan makalah.


Cara Membuat Makalah

Bagi anda yang belum pernah membuat sebuah makalah sebelumnya ini memanglah menjadi hal yang pastinya membingungkan bagi anda, namun mau tidak mau anda harus belajar membuat makalah anda. Tadi kita sudah menyinggung sedikit pengertian makalah, bahwa makalah merupakan tulisan resmi tentang suatu pokok yg dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum atau dalan suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan. Nah, tentunya sudah ada kaedah atau aturan tertentu dalam membuat suatu makalah, dan kami akan sedikit share tentang cara membuat makalah pada kesempatan kali ini. Oke langsung saja, sebelum kita memaparkan Cara Membuat Makalah yang Baik dan Benar. Tentunya kita sudah mengetahui apa itu yang disebut dengan Makalah. Makalah yang Baik dan Benar adalah makalah yang sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan sebelumnya. makalah merupakan karya ilmiah, akan tetapi berbeda dengan skripsi.

Pada prinsipnya, makalah adalah bentuk terkecil dari penulisan karya ilmiah, walaupun seperti itu, harus tetap memperhatikan elemen-elemen karya ilmiah pada makalah itu sendiri, tanpa itu karya tulis kita tidak bisa disebut Makalah.

Setidaknya ada 8 elemen yang harus ada dalam Pembuatan Makalah yang Baik, diantaranya:

1. Cover
2. Judul Makalah
3. Kata Pengantar
4. Daftar Isi
5. Bab I Pendahuluan
6. Bab II Isi
7. Bab III Penutup
8. Daftar Pustaka

Setelah kita mengetahui elemen-elemennya, kita uraikan lagi konten-konten yang ada dalam tiap elemen diatas:

1. Cover

Cover makalah yang baik berisi:
  • Nama/ Judul Makalah
  • Tujuan dibuatnya makalah tersebut
  • Logo Lembaga/ Institusi
  • Penulis/ pemakalah yang mengajukan makalah tersebut
  • Nama Lembaga
  • Tahun Akademik.

2. Judul Makalah

Pada lembar ini, penulisan judul makalah hanya disertai nama penulis/ pemakalah (atau ada juga yang tanpa nama penulis/ pemakalah).

3. Kata Pengantar

Kata pengantar adalah prakata penulis/ pemakalah untuk menyuguhkan karya tulisnya kehadapan pembaca. KATA PENGANTAR ini berisi:
  • Salam pembuka
  • Mukadimmah/ pembuka
  • Sekilas proses pembuatan makalah
  • Ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang dianggap membantu dalam pembuatan makalah tersebut
  • Penutup mukadimmah
  • Salam penutup
  • Dan terakhir, nama penulis/ pemakalah

4. Daftar Isi

DAFTAR ISI bertujuan untuk memudahkan pembaca dalam pencarian materi yang ada dalam makalah tersebut berikut halamannya.

5. Bab I Pendahuluan

Pada elemen ini, kita mulai memasuki bab-bab makalah. Dimana dalam bab ini kita menerangkan konsep, rencana, gagasan, seputar permasalahan dan tujuan yang termuat dalam LATAR BELAKANG.
Setelah itu, adanya RUMUSAN MASALAH, yakni masalah-masalah yang kita temukan pada materi makalah yang kita angkat tersebut.

6. Bab II Isi

Dalam bab ini, kita mulai menguraikan isi/ materi makalah, mulai dari:
  • Pengertian/ definisi
  • Ulasan materi
  • Adanya alur perbandingan (kalau diperlukan)
  • dan Penyelesaikan masalah, berikut solusi dan kontribusi kita terhadap permasalahan yang ada pada materi makalah yang kita angkat tersebut.

7. Bab III Penutup

Pada penutup ini, kita kemukakan sambutan, terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu dalam penyelesaian makalah tersebut.

Kemudian, dalam penulisan makalah yang baik, penulis haruslah membuka kesempatan kepada pembaca untuk memberikan kritik dan saran terhadap makalah kita. Hal ini bertujuan supaya dalam pembuatan makalah berikutnya lebih baik lagi. Ungkapan ini kita tempatkan dalam item KRITIK DAN SARAN.

8. Daftar Pustaka

Atau disebut juga DAFTAR KEPUSTAKAAN. Inilah bagian terakhir (sebelum cover belakang) dalam penyusunan sebuah makalah. Daftar pustaka ini berisi nama-nama literature yang kita jadikan referensi dalam pembuatan makalah tersebut.

Literature disini meliputi jurnal ilmiah, buku, majalah, surat kabar, media elektronik, interview juga bias dari website internet. Akan tetapi, keberadaan/ keabsahan website internet untuk dijadikan referensi karya ilmiah masih menjadi pertentangan di kalangan akademisi. Ada kampus yang memperbolehkan, ada juga yang mengharamkan.

Alhasil, lebih baik kita menghindari literature dari internet untuk memastikan karya tulis kita benar-benar ilmiah.

Semoga dengan Cara Membuat Makalah Yang Baik dan Benar diatas dapat bermanfaat bagi anda yang hendak membuat sebuah makalah, terima kasih banyak atas kunjungan anda semoga artikel yang telah kami tulis pada kesempatan ini benar-benar bermanfaat.
kutipan fisipunsil.

MAKALAH MENULIS

MAKALAH MENULIS



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang


B.     Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yakni sebagai berikut.
a.       Apa yang dimaksud dengan hakikat menulis?
b.      Bagaimana tujuan dari menulis ?
c.       Bagaimana dan apa saja  fungsi dari menulis?
d.      Bagaimana teori dari menulis ?

C.    Tujuan

Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini ialah sebagai berikut.
a.       Untuk mengetahui hakikat dari menulis.
b.      Untuk mengetahui tujuan dari menulis.
c.       Untuk mengetahui fungsi dari menulis.
d.      Untuk mengetahui teori menulis.

D.    Manfaat

Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan para mahasiswa tentang konsep menulis.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Hakikat  Menulis 

Menurut Tarigan,  menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafis tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu. Dapat dikatakan juga menulis  adalah proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan yang disampaikan penulis dapat di pahami pembaca.
Marwoto, dkk memberi pengertian bahwa menulis sebagai kemampuan seseorang untuk mengungkapkan ide, pikiran, pengetahuan, ilmu, pengalaman-pengalaman hidupnya dalam bahasa tulis yang jelas, runtut, ekspresif, enak dibaca, dan dapat dipahami orang lain. Enre berpendapat bahwa menulis merupakan kemampuan menyusun atau menegosiasikan buah pikiran, ide, gagasan, dan pengalaman dengan menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar.
Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang aktif, produktif, kompleks, dan terpadu yang berupa pengungkapan dan yang diwujudkan secara tertulis. Menulis juga merupakan keterampilan yang menuntut penulis untuk menguasai berbagai unsur di luar kebahasaan itu sendiri yang akan menjadi isi dalam suatu tulisan
Lebih lanjut Rusyana memberikan batasan bahwa kemampuan menulis atau mengarang adalah kemampuan menggunakan pola-pola bahasa dalam tampilan tertulis untuk mengungkapkan gagasan atau pesan. Kemampuan menulis mencakup berbagai kemampuan, seperti kemampuan menguasai gagasan yang dikemukakan, kemampuan menggunaka unsur-unsur bahasa, kemampuan menggunakan gaya, dan kemampuan menggunakan ejaan serta tanda baca
Berdasarkan konsep di atas, dapat dikatakan bahwa menulis merupakan komunikasi tidak langsung yang berupa pemindahan pikiran atau perasaan dengan memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosakata dengan menggunakan simbol-simbol sehingga dapat dibaca seperti apa yang diwakili oleh  simbol tersebut.
Mengkombinasikan dan menganalisis setiap unsur kebahasaan dalam sebuah karangan merupakan suatu keharusan bagi penulis. Dari sinilah akan terlihat sejauh mana pengetahuan yang dimiliki penulis dalam menciptakan sebuah karangan yang efektif. Kosa kata dan kalimat yang digunakan dalam kegiatan menulis harus jelas agar mudah dipahami oleh pembaca. Di samping itu, jalan pikiran dan perasaan penulis sangat menentukan arah penulisan sebuah karya tulis atau karangan yang berkualitas. Dengan kata lain hasil sebuah karangan yang berkualitas umumnya ditunjang oleh keterampilan kebahasaan  yang dimiliki seorang penulis.

B.     Tujuan Menulis

Tujuan menulis adalah untuk mengungkapkan ide, gagasan, perasaan pikiran, pendapat secara jelas dan efektif kepada pembaca.Adapun beberapa tujuan menulis adalah :
1.      Untuk memberikan suatu informasi.
2.      Untuk meyakinkan atau mendesak.
3.      Untuk menghibur atau menyenangkan.
4.      Untuk m  engekspresikan perasaan dan emosi yang kuat.
Hugo Hartig dalam merumuskan tujuan menulis:
1.      Tujuan penugasan ,sebenarnya tidak memilki tujuan karena orang yang menulis melakukan nya karena tugas yang diberikan kepadanya.
2.      Tujuan altruistik, penulis bertujuan untuk menyenangkan pembaca,menghindarkan kedudukan pembaca,ingin menolong pembaca memahami,menghargai perasaan dan penalaranya,ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu.
3.      Tujuan persuasif bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan.
4.      Tujuan informasional penulis bertujuan memberi informasi atau keterangan kepada para pembaca.
5.      Tujuan pernyataan diri penulis bertujuan memperkenalkan atau menyatakan dirinya kepada pembaca.
6.       Tujuan kreatif penulis bertujuan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma artistik,nilai-nilai kesenian. 
7.      Tujuan pemecahan masalah penulis bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. 
Sedangkan menurut Suparno dan Mohamad Yunus, tujuan yang ingin dicapai seorang penulis bermacam-macam sebagai berikut.
1.      Menjadikan pembaca ikut berpikir dan bernalar.
2.      Membuat pembaca tahu tentang hal yang diberitakan.
3.      Menjadikan pembaca beropini.
4.      Menjadikan pembaca mengerti.
5.      Membuat pembaca terpersuasi oleh isi karangan.
6.      Membuat pembaca senang dengan menghayati nilai-nilai yang dikemukakan seperti nilai kebenaran, nilai agama, nilai pendidikan, nilai sosial, nilai moral, nilai kemanusiaan dan nilai estetika.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa tujuan menulis adalah agar pembaca mengetahui, mengerti dan memahami nilai-nilai dalam sebuah tulisan sehingga pembaca ikut berpikir, berpendapat atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan isi tulisan.

C.    Fungsi Menulis

Pada prinsipnya fungsi utama menulis adalah sebagai alat komunikasi tidak langsung Darmadi mengemukakan bahwa tulisan memiliki beberapa fungsi penting yaitu :
1.    Sebagai suatu sarana menemukan sesuatu.
2.    Memunculkan ide baru.
3.    Melatih kemampuan mengorganisasi dan menjernihkan berbagai konsep atau ide yang kita miliki.
4.    Melatih sikap objektif yang ada pada diri seseorang.
5.    Membantu diri kita untuk menyerap dan memproses informasi.
6.    Melatih kita memecahkan berbagai masalah sekaligus.
7.    Menjadikan kita aktif dan tidak sekedar menjadi penerima informasi.
Marwoto menyebutkan bahwa menulis memberikan beberapa fungsi, seperti :
1.      Memperdalam pemahaman suatu ilmu.
2.      Bisa membuktikan sekaligus menyadari ilmu pengetahuan, ide, dan pengalaman hidup.
3.      Bisa menyumbang pengalaman, pengetahuan, dan ide yang berguna bagi masyarakat secara lebih luas.
4.      Meningkatkatkan prestasi kerja, dan
5.      Memperlancar perkembangan ilmu, teknologi, dan seni.
Fungsi utama dari tulisan adalah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung.Dengan menulis memudahkan kita mersakan dan menikmati hubungan–hubungan,memperdalam daya tanggap atau persepsi kita, memecahkam masalah-masalah yang kita hadapi,menyusun urutan bagi pengalaman, dapat menyumbangkan kecerdasan.
Bernard Percy secara rinci fungsi menulis adalah:
1.      Sarana untuk mengungkapkan diri yaitu untuk mengungkapkan perasaan hati seperti kegelisahan,keinginan amarah.
2.      Menulis sebagai sarana pemahaman artinya dengan menulis seseorang bisa mengikat kuat suatu ilmu pengetahuan (menancapkan pemahaman ) kedalam otaknya.
3.      Menulis dapat membantu mengembangkan kepuasan pribadi, kebanggaan, perasaan harga diri artinya dengan menulis bisa melejitkan perasaan harga diri yang semula rendah degan menulis dapat meningkatkan kesadaran dan penyerapan terhadap lingkungan artinya orang yang menulis selalu dituntut untuk terus menerus belajar sehinnga pengetahuannya menjadi luas.
4.      Menulis dapat meningkatkan keterlibatan secara bersemangat bukannya penerimaan yang pasrah,artinya dengan menulis seseorang akan menjadi peka terhadap apa yang tidak benar disekitarnya sehingga ia menjadi seoarang yang kreatif.
5.      Menulis mampu mengembangkan suatu pemahaman dan kemampuan menggunakan bahasa artinya dengan menulis seseorang akan selalu berusaha memilih bentuk bahasa yang tepat dan menggunakannya dengan tepat pula.

D.    Teori Menulis           

Teori menulis yang berkembang saat ini adalah menulis model proses. Dengan model ini menulis dilakukan dengan melalui tahapan – tahapan. Seperti yang dikemukakan oleh Britton bahwa proses menulis dibagi menjadi tiga tahap kegiatan, adalah sebagai berikut.
1.      Tahap konsep. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah memilih dan menentukan topik.
2.      Tahap inkubasi. Pada tahap ini kegiatan siswa adalah mengembangkan topik dan menggabungkan informasi yang tersedia.
3.      Tahap hasil. Pada tahap ini siswa melakukan kegiatan mengembangkan tulisan/menulis kemudian memperbaiki tulisan, dan pada akhir kegiatan menulis siswa memeriksa karangan/tulisan
Sedangkan menurut Tompkins mengemukakan lima tahap sebagai berikut.
1.      Tahap pramenulis (prewriting). Pada tahap ini siswa memilih topik, siswa mengumpulkan dan menyesuaikan ide-ide, siswa mengidentifikasi pembacanya, siswa mengidentifikasi tujuan menulis, siswa memilih bentuk yang sesuai berdasarkan pembaca dan tujuan menulis.
2.      Tahap pengedrafan (drafting). Pada tahap ini siswa menulis draf kasar, siswa menulis pokok-pokok yang menarik pembaca, siswa lebih menekankan isi daripada mekanik.
3.      Tahap merevisi (revising). Pada tahap ini siswa membagi tulisannya kepada kelompok, siswa mendiskusikan tulisan dengan temannya, siswa membuat perbaikan sesuai komentar teman dan gurunya, siswa membuat perubahan substansif dan bukan sekedar perubahan minor antara draf pertama dan draf kedua.
4.      Tahap mengedit (editing). Pada tahap ini siswa membaca ulang tulisannya, siswa membantu baca ulang tulisan temannya, siswa mengidentifikasi kesalahan mekanik dan membetulkannya.
5.      Tahap mempublikasikan (publishing). Pada tahap ini siswa mempublikasikan tulisannya dalam bentuk yang sesuai, siswa membagi tulisannyayang sudah selesai kepada teman sekelasnya.
Burns, dkk juga mengemukakan bahwa langkah-langkah menulis meliputi lima tahapan yaitu sebagai berikut.
1.        Pramenulis (prewriting), dengan aktivitas pengarang persiapan menulis cerita, menggambar, membaca, memikirkan tulisan, menyusun gagasan, dan mengembangkan rencana.
2.        Pembuatan draf (drafting), dengan aktivitas pengarang merangkaikan gagasan dalam sebuah tulisan tanpa memperhatikan kerapian atau mekanik.
3.        Perevisian (revising), pada tahap ini setelah mendapat saran-saran dari orang lain, pengarang dapat membuat beberapa perubahan, dan perubahan itu dapat melibatkan orang lain.
4.        Pengeditan (editing), pada tahap ini pengarang secara hati-hati mengoreksi dan membetulkan ejaan dan mekanisme tulisan.
5.        Sharing dan publikasi (sharing and publishing), pada tahap ini hasil tulisan dapat dipajangkan di kelas atau dijadikan bahan pustaka di sekolah.


BAB III
PENUTUP



DAFTAR PUSTAKA








Burns, P.C. Roe, B.D. & Ross, E.P. 1996. Teaching Reading in Todays Elementary School, Boston: Houghton Mifflin.

Darmadi, Kaswan. 1996. Meningkatkan Kemampuan Menulis Panduan untuk Mahasiswa dan Calon Guru. Yogyakarta: Andi.

Enre, Fachruddin Ambo. 1988. Dasar-dasar Kemampuan Menulis. Jakarta : Depdikbud.

Marwoto, dkk. 1987. Komposisi Praktis. Yogyakarta: Hanindita.

 Nurgiyantoro, Burhan. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE.

Rusyana, Yus. 1988. Bahasa dan sastra dalam Gamitan Pendidikan, Bandung: Diponegoro.

Soeparno dan Mohamad Yunus. 2002. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Tarigan, Henry Guntur. 1986. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Penerbit Angkasa.

Thohri,Muhamad,dkk. 2008. Bahasa Indonesia 1. Surabaya : LAPIS PGMI.

Tompkins, Gaile E. 1994. Teaching Writing: Balancing Process and Product. New York: Macmilan College Publishing Company.